What is Happening

26 Sep 2018

Munaslub dan KLB PKNI 20-23 September 2018

Jakarta, 26 September 2018 - PKNI mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PKNI pada 20 September 2018 dan dilanjutkan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 21 sampai 23 September 2018. Kegiatan yang diadakan di Neo+ Hotel Kebayoran ini sesuai dengan AD/ART PKNI dan dihadiri oleh 16 konstituen dari 24 jumlah keseluruhan konstituen PKNI yang diundang.

--

Hari Pertama

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PKNI dibuka pada jam 19.00 oleh Doddy Parlinggoman selaku Ketua Tim Transisi. Munaslub ini dihadiri oleh 16 konstituen PKNI, yaitu:

  1. PKN Makassar
  2. GARUDA
  3. AKSI NTB
  4. PKN Bukittinggi
  5. TASKON
  6. PKN Bogor
  7. PKN Bandung
  8. PKN Kepri
  9. PILOT
  10. KIPAS
  11. JARKONS
  12. Super PM
  13. MMC
  14. IKON Bali
  15. Perbansakti
  16. Kopenham

Sidang Munaslub yang dipimpin oleh Doddy Parlinggoman beserta Hasiholan Tobing dan Marvin Dirk Sompotan sebagai anggota menghasilkan persetujuan untuk diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) yang dimulai esok pada tanggal 21 September 2018. Persetujuan ini sesuai dengan AD/ART PKNI yang telah dihadiri 2/3 konsituen PKNI. Hasil Munaslub dikeluarkan dalam Surat Keputusan (SK) dengan nomor 01/MUNASLUB-KLB/PKNI/IX/2018.

Hari Kedua

Hari kedua acara adalah hari pertama rangkaian Kongres Luar Biasa (KLB) PKNI dimulai pada pukul 9:00 pagi dan dibuka dengan pemutaran lagu-lagu dan video PKNI. Agenda selanjutnya adalah Laporan Pertanggungjawaban dari BPN (Badan Pekerja Nasional). Sesi ini seharusnya diisi oleh Edo Agustian Nasution yang merupakan Koordinator Nasional PKNI periode sebelumnya. Sayangnya, saudara Edo tidak merespon undangan yang diberikan.

Laporan Pertanggungjawaban Program dibawakan oleh Farid Satria selaku Dewan Pengurus dan dihadiri beberapa staff atau manajerial BPN periode kepemimpinan Edo Agustian seperti Suhendro Sugiharto, Meike Tejasukmana, Arif R. Iryawan, dan Ade Soprin. Laporan Program berisi program-program yang sudah, sedang, atau yang belum dijalankan oleh BPN mulai dari advokasi hukum, paralegal, advokasi kesehatan hepatitis C, serta program perempuan. Sesi Laporan Pertanggungjawaban selanjutnya adalah untuk Keuangan yang dibawakan oleh Marvin Dirk. Presentasi yang dibawakan adalah laporan keuangan selama 3 tahun terakhir mulai dari 2016, 2017, dan 2018 sampai bulan Agustus. Laporan ini membahas pemasukan dan serapan dana PKNI.

Sesi laporan pertanggungjawaban selanjutnya adalah untuk Dewan Pengurus oleh Hasiholan Tobing dan Dewan Pengawas yang dibawakan oleh Novian Heryawan. Mereka menjabarkan kinerja Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas dari tahun 2015 sampai 2018 yang berupa pengeluaran Surat Keputusan (SK).

Agenda selanjutnya adalah pemilihan Presidium sidang untuk memimpin pembahasan AD/ART dan pembasan serta pengesahan AD/ART. Melalui musyawarah yang dilakukan melibatkan 16 konstituen PKNI, terpilihlah tiga orang sebagai presidium sidang yaitu Makbul (Aksi NTB), Bonike Islam Mustaqiem (GARUDA), dan Andrasyah Perdana (PKN Bogor) yang akan memimpin jalannya persidangan Kongres Luar Biasa pada 21-23 September 2018. Setelah presidium terpilih, proses pembahasan dan pengesahan AD/ART dilakukan secara tertutup. Pembahasan dan Pengesahan AD/ART ini dilanjutkan besok, 22 September 2018.

Hari Ketiga

Pada hari Sabtu, 22 September 2018 rangkaian Kongres Luar Biasa PKNI dilanjutkan dengan sesi sebelumnya yaitu Pembahasan dan Pengesahan AD/ART PKNI. Sesi yang dipimpin oleh Presidium ini berlangsung sampai pukul 11:00 yang diakhiri dengan skors sidang.

Setelah makan siang rangkaian KLB dilanjutkan dengan pemilihan Koordinator Nasional, Dewan Pengurus, dan Dewan Pengawas. Tahap pertama adalah pemaparan program dari calon Koordinator Nasional PKNI yaitu Bani Rissetyabudi, Wahyu Khresna, dan Farid Satria. Verifikasi ulang dokumen dilakukan dengan memperlihatkan CV, surat pernyataan anggota, dan lain-lain yang dianggap sah oleh setiap konstituen. Bani Rissetyabudi, Farid Satria, dan Wahyu Khresna mempresentasikan visi misi dan melakukan sesi tanya jawab dengan konstituen. Setelah setiap calon Koordinator Nasional melakukan presentasi dan tanya jawab, ketiga calon Koordinator Nasional difasilitasi oleh Presidium Sidang dan Tim Transisi melakukan musyawarah dalam mencapai mufakat.

Hasil dari musyawarah adalah penyelenggaraan voting untuk menentukan Koordinator Nasional. Para konstituen menyetujui untuk diadakannya voting dengan mekanisme terbuka yaitu mencantumkan nama pilihan Koordinator Nasional beserta nama kelompok konstituen. Hasil perhitungan suara adalah memilih Farid Satria sebagai Koordinator Nasional dengan 12 suara konstituen. Koordinator Nasional terbaru, Farid Satria, lalu memberikan sambutan. “Di hadapan rekan-rekan semua, atas nama saya pribadi dan sebagai Koordinator Nasional terpilih, saya mohon bantuan dan dukungan seluruh pihak ke depannya untuk dapat bersama-sama membangun PKNI menjadi organisasi yang lebih kuat dalam melakukan berbagai upaya Advokasi HAM pada isu Narkotika,” katanya.

Setelah jadwal istirahat, acara dilanjutkan dengan pemilihan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas.

Berikut adalah susunan terbaru Koordinator Nasional, Dewan Pengurus, dan Dewan Pengawas PKNI periode 2018-2022:

Koordinator Nasional    : Farid Satria (PKN Makassar)

Dewan Pengurus            :

  1. Jawa: Bambang Yulistyo Dwi M (PKN Bogor)
  2. Sumatera: Hendry Salfriandi (Taskon)
  3. Nusa Tenggara & Bali: Rudi Taryadi Saputro (PILOT)
  4. Kalimantan: Troy Purimahua (Perbansakti)
  5. Sulawesi: Wahyu Khresna (GARUDA)
  6. Perwakilan Perempuan: Deasy Nathalia (GARUDA)

Dewan Pengawas           :

  1. Doddy Parlinggoman (PKN Bogor)
  2. Hasiholan Tobing (PKN Kepri)
  3. Novian Heryawan (IKON Bali)

Hari Keempat          

Rangkaian Kongres Luar Biasa (KLB) PKNI berakhir pada 23 September 2018. Agenda hari terakhir ini diisi oleh pembaruan situasi dengan mitra dan rekan PKNI. Koordinator Nasional PKNI, Farid Satria, menjabarkan pembaruan situasi dan polemik di PKNI, pelaksanaan Munaslub dan KLB PKNI, serta struktur terbaru Koordinator Nasional, Dewan Pengurus dan Dewan Terlampir. Farid Satria menekankan bahwa tindak lanjut dalam menyelesaikan situasi ini adalah membangun koordinasi, komunikasi, serta Islah.

Beberapa mitra yang hadir seperti BNN, WHO, PPH Atmajaya, IAC, IPPI, CIP, LINKAGES, OPSI Nasional, JIP, Mappi FH UI, dan KONTRAS. Setiap mitra juga diminta testimoni mengenai PKNI dan kerja sama ke depannya. Yanuar Sadewa dari BNN menyampaikan harapannya untuk PKNI menyelesaikan polemik yang ada dan struktur resmi dan terbaru PKNI untuk bersilaturahmi memperkenalkan diri ke BNN. Tiara Nisa, WHO juga mengucapkan selamat kepada Farid Satria sebagai Koordinator Nasional terpilih dan berharap agar program PKNI dapat berjalan dengan baik. Ria Ningsih dari LINKAGES juga berharap yang sama, ia mengatakan bahwa Ia merasakan aura positif, energi yang baik, serta kebersamaan yang begitu solid. LINKAGES juga berharap kerja sama secepatnya dengan PKNI.

Agenda Munaslub dan KLB PKNI sejak 20 September 2018 ini berakhir dengan adanya sesi foto bersama dengan Koordinator Nasional, Dewan Pengurus, Dewan Pengawas, konstituen, panitia, serta seluruh mitra PKNI.

#20SeptKLBPKNI